Aside

PELAJARAN DARI TRAGEDI BATAM

Oleh : Siraj El Munir Bustami

24 April 2010

 

Kekerasan lagikini insiden terjadi  di Perusahaan GalanganKapal PT. Drydocks Worls Graha di Pulau Batam, yang diamukmassa buruh pada hari Kamis lalu sehingga menyebabkankerusakan sejumlah fasilitas perkantoran dan pabrik (Kompas 24 April 2010). Ini adalah api dalam sekam yang sudah dipendamdan mengkristal yang mungkin bisa terjadi lagi bila tidakdiantisipasiTindakan anarkis Pekerja yang merusak asset Perusahaan dimana mencari nafkah untuk menghidupi keluargamereka patut kita sesalkan. Perlu biaya mahal untukmemperbaiki kondisi perusahaan agar berjalan kembali secaranormal, padahal sesungguhnya apabila tidak terjadi biayatersebut bisa dialokasikanuntuk pengembangan usaha ataupeningkatan kesejahteraan pekerja galangan kapal tersebut.

Tak dapat dibantah insiden Batam bukan saja merupakankerugian bagi perusahaan Galangan Kapal tersebut namun dapatmerugikan kita semua. Hendaknya Insiden ini menjadipembelajaran bahwa harus ada koreksi dalam permasalahanketenagakerjaan di Indonesia. Kita tidak ingin permasalahanketenagakerjaan atau hubungan industrial yang sesungguhnyabisa diselesaikan secara bipartit yakni antara Pengusaha danPekerja dapat berefek domino pada permasalahan lain yangtidak terkirakan bahkan dari segi kepentingan ekonomi bangsadapat mempengaruhi iklim investasiLebih dari itu dalam kasusini terjadi di perusahaan asing yang mana bila hubungan kerjatidak dikelola dengan komunikasi yang baik dapatmembangkitkan harga diri bangsa pekerja atau nasionalisme.

Beberapa Konvensi ILO (International Labor Organization Core Convention) menyatakan bahwa pekerja dan Pengusaha adalahsederajat. Hampir semua Konvensi ILO sudah diratifikasi olehUU kita dan seyogyanya harus dijalankan kedua belah pihak dandidukung oleh Pemerintah agar ini tercermin daalam keseharianhubungan kerja. Pengusaha membutuhkan Pekerja dansebaliknya Pekerja membutuhkan Pengusaha. Tidak ada yanglebih tinggi dari itu karena saling membutuhkan. Tidak akantercapai tujuan Pengusaha apabila tidak ada Pekerja yangmembantunyaSebaliknya Pekerja juga tidak bisa menafkahikehidupannya tanpa upah dari Pengusaha.

Kondisi Indonesia yang masih banyak penggangguran masihmembuat bingung Pemerintah saat ini dalam membuat skalaprioritas kebijakannya. Mana yang lebih didahulukan apakahmembuat lapangan pekerjaan dalam rangka menyerap tenagakerja mengurangi pengangguran atau meningkatkanperlindungan hak pekerja dan kesejahteraan pekerja yang sudahbekerja dan keluarganya.

Namun dari kasus-kasus perselisihan hubungan industrialketenagakerjaan di Indonesia yang masuk ke PengadilanHubungan Industrial ternyata mayoritas  perkara dimenangkanoleh PengusahaApalagi kita sangat paham dengan konstruksimafia peradilan dan peradilan siapa yang punya uang dialahyang menang. Yang barang tentu Pekerja tidak memilikikemampuan untuk itu.

Pada tragedi Batambila ada komunikasi yang baik antaraPengusaha dan Pekerja tentu dapat dihindarkan. Kita yakinbiaya komunikasi serta biaya-biaya yang normatif sekalipunapabila dipenuhi jauh lebih murah dibandingkan kerusakan ataupembakaran aset-aset perusahaan. Pengusaha dituntut cerdasdalam mengkalkulasi bisnis dan memamahi posisi dan salingmenghargai  satu sama lainsehingga tidak akan terjaditindakan-tindakan yang kasar dilakukan Pengusaha apalagimemaki-maki dengan kata-kata yang merendahkan bangsaIndonesia apalagi dilakukan Pengusaha asing kepada Pekerjalokalsangat berbahayaAda cerita dari seorang Teman WNIyang bekerja di Dubai bagaimana para ekspatriat sangat patuhdan sopan terhadap Warga Dubai, malah Pengusaha Dubaimnghimbau bila ada  Ekspatriat dari negara lain yang berusahaatau bekerja di Dubai dan melakukan pelecehan terhadap temanyang WNI bisa dibantu untuk proses pendeportasianDalam halperusahaan Galangan Kapal ini sungguh malang PekerjaIndonesia, mereka bekerja di Indonesia namun karenaketidakmampuan kita dan Pemerintah membuat lapanganpekerjaan yang mandiri, datanglah investor asing yangkemudian membuka lapangan pekerjaan dengan  upah yangmurah apalagi ditambah pelecehanyang sesungguhnya tidaksaja melecehkan pekerja Indonesia namun juga melecehkanbangsa Indonesia.

Perlu introspeksi berbagi pihakPekerja diharapkan tidak hanyamenuntut hak-haknya sajanamun juga harus dapatmembuktikan kinerja dan prestasi kerja yang baik. SerikatPekerja juga perlu tenggang rasa dan ditantang berfikir danmemahami kondisi Perusahaan serta ekonomi bangsa Indonesiadimana masih banyak pengangguran sehingga Pekerja danSerikat Pekerjapun juga bertanggung jawab untuk menjagakesukseskan investasi jugaPengalaman penulis berkunjung keSerikat Pekerja Toyota Motor Nagoya, Jepangternyata banyakpraktik-praktik efisiensi dalam produksi mobil Toyota itubanyak merupakan usulan Serikat Pekerjakarena mereka sangatcinta Perusahaan dan ingin long life employement merekaingin seumur hidup bekerja di Toyota sehingga mereka harusmenjaga perusaahaan dan terus berfikir agar perusahaan efisiendan untung, sehingga akhirnya mereka juga dapat meningkatkankesejahteraan dan mempunyai masa depan.

Pengusaha diharapkan dapat berkomunikasi dengan baik denganPekerja dan menjadikan Pekerja sebagai aset perusahaan,disebagian perusahaan Human Resources Development kinisudah diganti dengan Human Capital Development sebagaibentuk apresiasi Pengusaha kepada PekerjaPengusahadiharapkan dapat melaksanakan usaha ketentuan PeraturanPerundang-undangan ketenagakerjaan dengan baikdenganharapan agar Pekerja mempunyai ‘sense of belonging’ yangtinggi di Perusahaan, bekerja secara maksimal danberproduktifitas tinggi sehingga perusahaan menjadi efisien danuntung.

Selain tanggung jawab kita semua , tugas utama pemerintahmembuat kebijakan dan menciptakan lapangan pekerjaan barusesegara dan seluas mungkinkarena Pemerintah seyogyannyaada untuk melayani rakyatnyaTugas DPR dan Pemerintahmembuat Undang-undang dan peraturan Ketenagakerjaan yangakomodatif sehingga perlu dipelajarai apakah UU 13 Tahun2003 tentang Ketenagakerjaan ini perlu direvisi dan masuk padaProlegnas 2010-2015. Dan tugas Pemerintah pula  mengawasisecara adil dan seimbang bagi kepentingan pengusaha danpekerjaPemerintah perlu berdiri tegak kepada investor asing,kita paham bahwa ditengah penganguran yang begitu besar,Pemerintah kadang tidak bisa memilah mana investasi yang baikbahkan sepertinya tidak punya ‘harga diri’ sehingga investorasing atau negara donor dapat mendikte bisa berbuat sesukahatinya padahal melenceng dari tujuan investasi.

Di tingkat nasional Forum Tripartit antara Pemerintah,Organisasi Pengusaha dan Organisasi Pekerja dibantu DPRharus terus dilanjutkan dengaan perwakilan-perwakilan dariPengusaha dan Pekerja yang benar-benar representatif sehinggaada komunikasi dan solusi perbaikan bagi kondisiketenagakerjaan di Indonesia.

Mari kita terus berjuang bersama atasi pengangguran, bantuPengusaha agar sukses dan untunglindungi Hak Pekerja,Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja dan keluarganya dankesemuanya dalam rangka memperkuat bangsa Indonesia yangkita cintai ini. (Minggu, 24 April 2010)

 Pelajaran Dari Tragedi Batam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s