Solusi Pemogokan di  P.T. Freeport Indonesia

Standard

Solusi Pemogokan di  P.T. Freeport Indonesia

Oleh :Siraj El Munir Bustami/Advokat

(16 September 2011)

 
Sebagaimana kita ketahui terjadi pemogokan Pekerja P.T. Freeport Indonesia (PTFI)sejak 15 September 2011. Ada sekitar 8000 pekerja aktif dari total 12,740 pekerjadalam aksi mogok tersebut yang menuntut kenaikan upah yang sesungguhnya masukdalam rangkaian perundingan Perjanjian Kerja Bersama.

Bagaimana peraturan perundang-undangan kita mengatur pemogokan dan bagaimanasolusi penyelesaiannya  akan diulas dalam tulisan ini.

Mogok Kerja dan Lock Out

UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengartikan bahwa Mogok kerjaadalah tindakan pekerja/buruh yang direncanakan dan dilaksanakan secara bersama-sama dan/atau oleh serikat pekerja/serikat buruh untuk menghentikan ataumemperlambat pekerjaan.

Kalau mogok kerja diberikan kepada Pekerjamaka  lock out (penutupan  perusahaandiberikan kepada Pengusaha dimana Pengusaha  dapat melakukan tindakan menolakpekerja/buruh seluruhnya atau sebagian untuk menjalankan pekerjaan

Mogok kerja dan lock out diatur diatur karena karena faktanya hubungan antar Pekerjadan Pengusaha tidak selalu harmonis sehingga ada perselisihan hubungan industrial. 

Perselisihan Hubungan Industrial

UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial  mengartikan Perselisihan Hubungan Industrial adalah perbedaan pendapat yangmengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha denganpekerjaburuh atau serikat  pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan mengenaihakperselisihan kepentinganperselisihan pemutusan hubungan kerja danperselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh dalam satu perusahaan.

Perselisihan kepentingan adalah perselisihan yang timbul dalam hubungan kerja karenatidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pembuatandan atau perubahan syarat-syarat kerja yang ditetapkan dalam perjanjian kerjaatau peraturan perusahaanatauperjanjian kerja bersama. 

Sebagaimana kita ketahui  aksi mogok pekerja PT FI kali ini adalah macetnyaperundingan Perjanjian Kerja Bersama dimana dalam salah satu poin-nya  tentang perundingan kenaikan upah yang belum terselesaikan.  Sehingga hal ini sesungguhnyamasuk kategori Perselisihan Kepentingan karena adanya perselisihan yang timbuldalam hubungan kerja karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenaipembuatandan atau perubahan syarat-syarat kerja yang ditetapkan dalam PerjanjianKerja Bersama (PKB). 

Perjanjian Kerja Bersama (PKB)

Undang-undang 13 Tahun 2003 menyatakan bahwa PKB adalah perjanjian yangmerupakan hasil perundingan antara serikat pekerja/serikat buruh atau beberapaserikat pekerja/serikat buruh yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan dengan pengusaha,atau beberapa pengusaha atauperkumpulan pengusaha yang memuat syarat syarat kerjahak dan kewajiban keduabelah pihak.

Untuk itu diharapkan penyusunan Perjanjian Kerja Bersama dilaksanakan secaramusyawarah. Namun apabila tidak tercapai , maka penyelesaiannya dilakukan melaluiprosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
 
Undang-undang 2 tahun 2004 sudah mengatur apabila ada perselisihan pembuatanPKB itu masuk perselisihan kepentinganartinya para pihak dalam hal ini pekerjaataupun pengusaha dapat melakukan penyelelesaian sebagai berikut :

–          Perundingan Bipartit : harus diselesaikan selama 30 hariapabila tidak selesai
–          Penyelesaian Melalui Mediasi yang dilakukan  oleh mediator yang berada disetiap kantor instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaanKabupaten/Kota.          
–          Apabila tidak selesai juga maka salah satu pihak dapat mengajukan gugatanyang ditujukan kepada Pengadilan Hubungan Industrial  yang bertugas dan berwenangmemeriksa dan memutusForum ini adalah   di tingkat pertama dan terakhir mengenaiperselisihan kepentingansehingga harus ditaati para pihak. 

Memang sebaiknya salah satu pihak dan biasanya Pekerja dapat membawa masalahini ke Pengadilan Hubungan Industrial, sayangnya Pekerja paham bahwa PengadilanHubungan Industrial bukan merupakan instansi yang adilsehingga Pekerja  lebihmemilih mogok.


Solusi

UU No. 13 tahun 2003 mengatur bahwa sebelum dan selama mogok kerja berlangsung,instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan WAJIB menyelesaikanmasalah yang menyebabkan timbulnya pemogokan dengan mempertemukan danmerundingkannya dengan para pihak yang berselisih.

Dalam hal perundingan menghasilkan kesepakatanmaka harus dibuatkan perjanjianbersama yang ditandatangani oleh para pihak dan pegawai dari instansi yangbertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan sebagai saksi.

Namun apabila perundingan tidak menghasilkan kesepakatanmaka pegawai dariinstansi yang bertanggung jawab di bidang
ketenagakerjaan segera menyerahkan masalah yang menyebabkan terjadinya mogokkerja kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang berwenang.

 

Karena kini pemogokan masih berlangsungkita harapkan  sesuai UU maka  instansiyang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan WAJIB menyelesaikan masalahyang menyebabkan timbulnya pemogokan dengan mempertemukan danmerundingkannya dengan para pihak yang berselisih.

Apabila Disnaker setempat tidak bisa dan instansi di atasnya masih belum bisamenyelesaikannyasudah saatnya Menteri Tenaga Kerja RI ataupun Presidensekalipun segera membantu penyelesaiannya mengingat skala PTFI yang sangatbesar. Tentunya tetap fokus pada kepentingan Pekerja dan Pengusaha dan tetapdalam domain hubungan industrial bukan dengan pertimbangan aspek-aspek lainsehingga permasalahan menjadi melebar.

Tentunya mayoritas pekerja tidak mengharapkan kasusnya dibawa ke PengadilanHubungan Industrial karena Pekerja hampir tidak mempercayai kredibilitas instansi inikarena Pengusaha lebih mempunyai uang untuk membiayai perkara.  Apabila PeradilanHubungan Industrial dapat dibenahiaksi pemogokan tidak akan dilakukan Pekerjakarena Pekerja sudah merasa yakin bahwa keputusan Pengadilan Hubungan Industrialmemang merupakan keputusan yang adil bagi semua pihak.

 


Pesan bagi Pekerja dan Pengusaha karena situasi “deadlock” 

Suatu deadlock (negosiasi yang menemuni jalan buntubukanlah situasi KALAH-KALAH. Deadlock terjadi jika kedua belah pihak memaksakan diri untuk bergerak di luarposisi tertentu yang telah ditentukan. Dalam situasi deadlock, hasil akhir dari negosiasibiasanya ditentukan dalam ketegangan.(Negosiasi Efektif,ILO-FES,2004):

Sebelum meminta bantuan dari pihak lainsebaiknya pertimbangkan hal berikut untukmengakhiri deadlock yang terjadi :


1) Coba untuk mengerti mengapa pihak lawan berkata TIDAK.
2) Coba masalah-masalah baru yang dapat dijadikan KONSESI dari Anda sendiri dandari pihak lawan.
3)Coba untuk menyetujui untuk menepikan pokok-pokok bahasan yang spesifik untuksementara waktu untuk melanjutkan negosiasi tentang pokok bahasan yang lain.
4)Jika memungkinkankonsesi yang telah disepakati dapat ditawarkan untuk ditukar.
5)Pertimbangkan kemungkinan untuk menukar sekelompok konsesi-konsesi kecil untuksebuah konsesi yang lebih besar dan lebih penting.
6)Pertimbangkan kemungkinan untuk menukar sekelompok konsesi-konsesi kecil untuksebuah konsesi yang lebih besar dan lebih penting.
7)Dimana masih memungkinkan untuk negosiasi lebih lanjut:
Jangan memperluas lingkup bahasan yang mungkin tengah diperselisihkan
Jangan ungkit kembali perselisihan lama
Jangan mempublikasikan posisi Anda ke pihak ketiga untuk mengamankan dukungan.Karena pihak ketiga tidak memahami 100% kebutuhan Anda dan karena tidak semuapihak ketiga berfikir untuk kepentingan Anda, yang ada justru bisa memperkeruhsuasana sehingga bagi pekerja bisa kehilangan mata pencaharian dan menyebabkankeluarga menderita atau bagi pengusaha bisnis Anda bisa ditutup karena dapat menjadimainan politik atau bisnis pihak lain.


Sesulit apapun berunding kembali adalah yang terbaik sebelum Anda kehilangandengan apa yang Anda miliki sekarang.

(16 September 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s